Power

Power
Tujuan pembuatan blog "Gogeneration" ini adalah sebagai sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan anak bangsa, dengan mengumpulkan tutorial dan artikel yang terserak di dunia maya maupun di literature-literature yang ada. Semoga dengan hadirnya blog "Gogeneration" ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. dan saya ingin sharing tentang power plant dan substation khususnya di electrical, mechanical , automation, scada. walaupun sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti dunia itu tapi masih banyak hal yang harus dipelajari. dengan blog ini saya berharap bisa saling sharing, Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan

usn.wnd@gmail.com

Minggu, 29 Januari 2012

PHASE


PHASEPDF



Bagi kita yang bergelut di dunia “strom” kata phase adalah hal yang selalu kita sebut, hampir setiap hari. Tetapi kalau kita bertanya kepada diri sendiri “apakah itu phase?”. Mungkin kita jawab “ yah.. ya, apa itu phase ?” atau mungkin kita mengatakan” phase ? oh saya sudah lupa, buat apa diperbincangkan lagi ?” dan mungkin masih banyak lagi jawaban.
Pertanyaan berikutnya yang tidak kalah serunya adalah “mengapa 3 phase? mengapa tidak sekalian para fabrik generator membuat 10 phase saja ?”, dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Catatan bebas oleh adabuddin.
Bagi kita yang bergelut di dunia “strom” kata phase adalah hal yang selalu kita sebut, hampir setiap hari. Tetapi kalau kita bertanya kepada diri sendiri “apakah itu phase?”. Mungkin kita jawab “ yah.. ya, apa itu phase ?” atau mungkin kita mengatakan” phase ? oh saya sudah lupa, buat apa diperbincangkan lagi ?” dan mungkin masih banyak lagi jawaban.
 
Pertanyaan berikutnya yang tidak kalah serunya adalah “mengapa 3 phase? mengapa tidak sekalian para fabrik generator membuat 10 phase saja ?”, dan masih banyak pertanyaan lainnya.
 
Perdefinisi kamus (Jhon M. Echols dan Hassan Shadily): phase 1. tahap, 2.bentuk, 3. electricity: keadaan perubahan aliran. Berdasarkan definisi umum ini, mungkin  sudah ada bayangan bagi kita apa itu phase, yah kan ? Tetapi ada baiknya barangkali jika saya membuat catatan juga masalah ini menurut fikiran saya dari pengalaman dan hal yang saya ketahui  selama ini. Mari kita kembali ke catatan terdahulu dengan judul “Impedansi”.
 Kalau misalnya ada lagi kumparan merah yang sama persis dengan kumparan pertama, maka pada kumparan ini akan juga timbul ggl yang sama besarnya, tetapi tentu berbeda waktunya, tentu berbe da tahapannya. Jumlah garis gaya yang memotong sama banyaknya, sehingga besar ggl (tegangan) juga sama besarnya, tetapi berbeda tahapannya, berbeda keadaan perubahan alirannya. Coba kita lihat ini dari sumber, generator itu sendiri.
Untuk maju lebih mengenal phasa, kita harus tahu dahulu proses listrik arus bolak-balik SATU PHASA. Yang kita ketahui dari catatan di atas, timbulnya induksi GGL karena adanya perubahan fluksi kemagnitan atau adanya perubahan garis gaya magnit. Garis Gaya magnit yang berubah-ubah bisa didapatkan pada Magnit Listrik dengan mengalirkan arus berubah-ubah (biasanya arus bolak-balik) pada kumparan sehingga garis gaya magnitpun berubah-ubah. Yang kedua jika magnitnya permanen atau magnit listrik dengan kumparan arus searah, maka magnit itu yang harus dirubah-rubah kedudukannya (biasanya diputar dengan mesin pemutar). Mari kita lihat uraaian ini dengan memasaang kumparan dan magnit yang diputar (slow motion).
Step 1 :
Kedudukan magnit antara kedua kumparan pada posisi sama antara Utara (N= North) dan Selatan (S = South) sama terhadap kumparan sehingga induksi yang timbul saling menghilangkan atau Nol atau tidak ada tegangan. Ini dapat dilihat dari  jarak AS = jarak BS dan AN = BN.
Step 2 :
Kedudukan magnit sudah terputar searah perputaran arah jarum jam, kumparan kanan (B) maksimum dari S dan kumparan kiri (A) maksimum U. Induksi kumparan kanan dipengaruhi kutub S dan kumparan kiri dipengaruhi oleh kutub U. Perubahan dari posisi step 1 ke step 2 mempengaruhi pengaruh magnit terhadap kedua kumparan. Dengan demikian arus listrik akan mengalir dari negatif ke positif (perjanjian).
Step 3 :
Step 3 kembali seperti pada step 1 tetapi kedudukan terbalik dari Step 1, yaitu N berada di atas dan S berada di bawah. Pada saat ini keadaan netral,dan  arus tidak mengalir.
Step 4 :
Pada step 4 terjadi kembali posisi maksimum, tetapi kali ini terbalik dari step 2. Kali  Ini kumparan kiri menerima induksi maksimum dari S dan kumparan kanan menerima induksi maksimum dari U. Dengan demikian arah arus menjadi berbalikan dari step 2. Proses ini akan terjadi terus menerus dimana magnit diputar oleh suatu poros yang berputar. Akibatnya pada terminal keluar generator terjadi arus bolak-balik.
Dari ke empat step ini model gelombang listrik yang terbangkit akan berbentuk sinus, sebagaimana yang diperlihatkan di bawah ini.
Inilah bentuk gelombang arus bolak-balik yang dikirim ke luar lewat trafo step-up dan kawat-kawat transmisi ke Gardu Induk yang kemudian tegangannya diturunkan lagi menjadi 20 kV ke Penyulang.
Sekarang kalau kumparannya dipasang 2 set, maka kita akan mendapatkan 2 buah gelombang sinus. Dan tentunya menjadi 2 phase. Kalau kumparan dipasang 3 set, maka kita akan mendapatkan 3 buah listrik bolak-balik dalam bentuk gelombang Sinus, disebut 3 phase.
OK, Sampai di sini dulu Catatan bebas kita dan mudah-mudahan bisa disambung pada kesempatan lainnya.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar