Power

Power
Tujuan pembuatan blog "Gogeneration" ini adalah sebagai sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan anak bangsa, dengan mengumpulkan tutorial dan artikel yang terserak di dunia maya maupun di literature-literature yang ada. Semoga dengan hadirnya blog "Gogeneration" ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. dan saya ingin sharing tentang power plant dan substation khususnya di electrical, mechanical , automation, scada. walaupun sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti dunia itu tapi masih banyak hal yang harus dipelajari. dengan blog ini saya berharap bisa saling sharing, Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan

usn.wnd@gmail.com

Minggu, 29 Januari 2012

HUKUM DASAR


HUKUM DASARPDF


Di dalam seri “Program Peningkatan Mutu Tenaga Kerja” Buku Teori Listrik yang dibuat oleh PT. KCA (2007), berisi antara lain tentang Hukum Dasar dalam Ilmu Listrik. Dalam hal ini Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Hukum Dasar yang harus ditampilkan adalah Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff. Ternyata kemudian, waktu dilakukan Uji kompetensi di Hotel MGH Makassar, memang materi inilah yang keluar. Mengenai Hukum Ohm sudah banyak ditulis dalam Catatan Bebas. Yang belum ditulis adalah Hukum Kirchhoff sehingga berikut ini  akan dibuatkan Catatan tentang ini.
Catatan bebas Adabuddin


Di dalam seri “Program Peningkatan Mutu Tenaga Kerja” Buku Teori Listrik yang dibuat oleh PT. KCA (2007), berisi antara lain tentang Hukum Dasar dalam Ilmu Listrik. Dalam hal ini Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Hukum Dasar yang harus ditampilkan adalah Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff. Ternyata kemudian, waktu dilakukan Uji kompetensi di Hotel MGH Makassar, memang materi inilah yang keluar. Mengenai Hukum Ohm sudah banyak ditulis dalam Catatan Bebas. Yang belum ditulis adalah Hukum Kirchhoff sehingga berikut ini  akan dibuatkan Catatan tentang ini.
Hukum Kirchhoff terdiri dari dua, yaitu Hukum Kirchhoff I (KCL) dan Hukum Kirchhoff II (KVL). KCL adalah Kirchhoff Current Law dan KVL adalah Kirchhoff Voltage Law. Jadi yang pertama adalah tentang Arus dan yang kedua adalah tentang Tegangan.
KCL (Kirchhoff Current Law)
Biasanya dikatakan bahwa bunyi KCL adalah :”Jumlah arus yang menuju titik simpul = jumlah arus yang meninggalkan titik simpul”. Atau diperpendek menjadi “ pada titik pertemuan jumlah arus = 0”
Bagaimana mengartikan hal itu?. Mari kita lihat kembali kembali gambar di atas.


Perhatiakan Titik A:
       ∑ I  =  0
        I1 + I2 +  I3 + I4 + I5 = 0

Kita ambil perjanjian, arah masuk ke titik A adalah positif, sedangkan  arah ke luar dari titik A adalah negatif, maka :
        I1 + ( - I2 ) +  ( - I3 ) + I4 + ( -  I5  ) = 0
        Atau :
       I1 +  I4 =  I2  +  I3  +  I5  (Ingat hukum matematika tentang Persamaan)
Untuk aplikasinya coba kita lihat Gambar di bawah ini, yaitu gambar single line suatu PLTD Antah berantah.
Anda bbenar, beban Generator adalah jumlah beban Penyulang F ( 1 sd 4) ditambah beban Pemakaian Sendiri PS sehingga jumlah itu adalah : 25 + 23 + 10 + 17 + 0,5 = 75,5 Ampere. Mudah kan ?. Sekarang Anda bisa kembangkan dengan memperkirakan beban Percabangan dari suatu Penyulang.
KVL (Kirchhoff Voltage Law)
Kira-kira bunyi Hukum kedua dari pak Kirchhoff adalah “ pada rangkaian tertutup jumlah tegangan = 0”.
Gambar di atas adalah sebuah Rangkaian Listrik tertutup; ada sumber (di sini adalah battery), ada beban berupa R ( 1 sd 3) dan ada penghantar penghubung. Jadi arus I akan mengalir pada rangkaian ini yang menyebabkan adanya “drop tegangan” pada R1, R2. Dan R3 (Ingat Catatan bebas yang membahas hokum Ohm). Ingat bahwa V = I.R. Kalau begitu, maka akan terjadi drop tegangan pada R1 sebesar I.R1, pada R2 sebesar I.R2, dan pada R3 sebesar I.R3 
Sebagaimana pada Hukum Kirchhoff I, di sini juga dibuat suatu perjanjian bahwa arah tegangan positif adalah dari potensial yang lebih rendah ke potensial yang lebih tinggi (perjanjiannya itu disebut “voltage rise”). Lihat juga gambar bahwa garis pajang pada battery adalah kutub positip dan garis pendeknya adalah kutub negative.
Contoh, kalau kita menyebutkan tegangan VRN, berarti potensial R lebih tinggi dari potensial N.
Jika N dianggap Nol (disamakan dengan Nol karena dihubung ke tanah), maka Tegangan
VRN = VR – VN
      =  VR  -  0
=  VR
(Arah tegangan menuju R)
Kalau kita menelusuri arah tegangan, mulai dari Sumber ke arah R1, R2, dan R3, maka sesuaiperjanjian arah tersebut adalah arah negatif dan tegangan di dalam Sumber menjadi positip. Jadi :
V  +  I.R+ I.R+ I.R= 0
V + (-I.R1) + (-I.R2) + (-I.R3) = 0
V – IR1 – IR2 – IR3 = 0
V – I ( R1 + R2 + R3 ) = 0
          JADI  V = I ( R1 + R2 + R3 )
Coba kita berikan contoh aplikasi dari hukum ini sebagaimana tergambar berikut (silahkan mengikuti).
JAWAB:
Tegangan jatuh sepanjang penghantar adalah 20 – 19 = 1 kV atau 1000 Volt.
Jadi :   R = V/I = 1000/20 = 50 OHM

Demikian catatan bebas kita kali ini semoga bermanfaat adanya. Ingat, akan ada Uji kompetensi dari PLN, maka Anda semua harus lebih banyak belajar, Insya Allah uji kompetensi akan dimulai di Ambon dan akan menjalar ke barat. Rencana tanggal 25 Juli 2011 Direksi KCA akan ke Ambon untuk membicarakan masalah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar