Power

Power
Tujuan pembuatan blog "Gogeneration" ini adalah sebagai sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan anak bangsa, dengan mengumpulkan tutorial dan artikel yang terserak di dunia maya maupun di literature-literature yang ada. Semoga dengan hadirnya blog "Gogeneration" ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. dan saya ingin sharing tentang power plant dan substation khususnya di electrical, mechanical , automation, scada. walaupun sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti dunia itu tapi masih banyak hal yang harus dipelajari. dengan blog ini saya berharap bisa saling sharing, Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan

usn.wnd@gmail.com

Minggu, 29 Januari 2012

PANRITA LISTRIK


PANRITA LISTRIKPDF

    
   PANRITA, dalam bahasa Bugis, bisa diartikan sebagaiulama, orang pintar, pakar, orang yang bisa mengetahui hal-hal yang gaib.





catatan bebas : Adabuddin
PANRITA, dalam bahasa Bugis, bisa diartikan sebagai ulama, orang pintar, pakar, orang yang bisa mengetahui hal-hal yang gaib.
Seorang ulama, dan juga  Anre-guru (kiyahi), akan disebut sebagai Panrita, karena beliau sangat faham akan ilmu agama, beliau tempat bertanya tentang hal-hal yang nyata atau yang gaib. Seorang Ustaz pernah pernah berkhutbah bahwa seorang Panrita dapat melihat baju yang dipakai seseorang misalnya ternyata terbuat dari “api”. Beliau akan segera menegur dan menyarankan agar segera  mengganti baju yang dipakai itu dengan kain yang biasa, jangan memakai kain dari api. Menurut pandangan si pemakai baju dan orang-orang lain, yang dipakai adalah kain biasa, tetapi menurut sang Panrita, baju itu adalah terbuat dari api. Ini disebabkan karena ternyata perolehan pakaian itu berasal dari hal yang haram.
Diriwayatkan seorang Panrita Agama yang dalam hidupnya tidak pernah berbohong dan mempunyai kegitan sehari-hari sebagai nelayan, bertemu dengan seorang Panrita Ada (pakar bahasa) dan melakukan diskusi, tetapi si Panrita Ada ini mempunyai maksud curang. Diapun bertanya kepada Panrita Agama yang nelayan ini, apakah semua air itu ada ikannya. Si Panrita Agama tanpa curiga mengiakan hal itu. “Kalau begitu”, kata si Panrita Ada, “berarti di dalam kelapa ini ada ikannya?” Dengan pertolongan Allah Swta, sewaktu kelapa dibelah ternyata betul ada ikan di dalamnnya, Suhanallah, Maha Suci Allah.
Seoarang tukang emas akan dipanggil Panrita Ulaweng (kalau dia sudah sangat ahli), seorang pembuat rumah (mandornya) akan dipanggil sebagai Panrita Bola, dan seorang pembuat perahu akan dipanggil sebagai Panrita Lopi. Dalam panggilan sehari-hari jika keahlian seseorang belum sampai pada tingkat yang tinggi, dia akan disebut sebagai Pak Panre saja. Jadi rupanya pengertian dari Panre akan meningkat menjadi Panrita kalau sudah sangat ahli. Dengan demikian untuk katagori tukang, hampir sama dengan “pandai” dalam bahasa Indonesia, seperti pembuat emas disebut pandai emas, dll.
Kalau demikian pengertiannya, maka seorang pakar atau insinyur listrik bisa juga disebut sebaga “panrita listrik”. Jadi panrita listrik dapat melihat hal-hal yang gaib pada dunia ketenagalistrikan.
Sebagai “panrita listrik”, pada perjalanan dari Makassar ke Bakaru, pada waktu memandang kawat transmisi, yang ada di mata si Panrita adalah lebih dari 168.900 ekor kuda yang berlari di atas kawat transmisi, Subhanallah, luar biasa !!! Setiap kawat (ada 6  kawat) berlari kuda sebanyak 28.150 ekor kuda
Panrita Listrikpun dapat menghayati dahsyatnya tenaga listrik yang kelihatannya diam-diam saja kawatnya yang menjalar di pinggir/di atas jalan raya. Kedahsyatannya bisa membawa mala petaka luar biasa (mematikan, membuat kebakaran, membunuh makhluk hidup, dll), apalagi kalau terkena benda lain, pohon misalnya.
Panrita Listrik juga dapat melihat solar yang terbakar pada lampu yang menyala di rumahnya, atau melihat air jatuh di Bakaru, atau melihat Gas yang dibakar di Sengkang, dst.
Panrita Listrik dan Ramalan Pemadaman.
Saat ini, konon dunia semakin panas. Menurut Panrita Cuaca, sudah terjadi kebocoran ozon di atas bumi sehingga sinar matahari dengan bebasnya menembus angkasa bumi dan mengakibatkan pemanasan pada kulit bumi. Ini sangat berbahaya karena akan terjadi pencairan es di kutub, permukaan air laut akan naik dan pulau-pulau di Selat Makassar dan pulau-pulau lainnya akan tenggelam. (Jangan-jangan pulau Sulawesi juga akan tenggelam). Untuk menghindari mala petaka yang sangat mengerikan ini, maka sepakatlah penduduk bumi untuk melakukan penanaman pohon secara masal. Berbagai macam program dibuat untuk sama-sama menyelamatkan bumi dari kehancuran dan supaya anak cucu kita tetap akan hidup dengan aman. Khusus di Sulawesi Selatan ada program yang namanya Go Green (kenapa tidak pakai bahasa Indonesia atau bahasa Bugis misalnya, supaya rakyat kecil lebih tahu maksudnya. Mungkin bisa disebut PakkudaraI LinoE).
Dalam waktu “saat ini”, kita semua perlu listrik, lampu menyala terus menerus, supaya kegiatan malam hari bisa berjalan: anak-anak bisa belajar, pertandingan sepak bola antara LA Galaxy dan PSSI selection bisa dinikmati, dll. Kegiatan siang hari juga bisa dilaksanakan, antara lain; kulkas beroperasi supaya ikan di dalamnya tidak membusuk, dan banyak lagi kegiatan lainnya. Wajarlah kalau terjadi padam lampu (listrik padam), kita akan segera mengumpat, marah, jengkel, kepada Penjual Listrik (PLN), kenapa listriknya dipadamkan. Macam-macamlah tuduhan bisa diarahkan kepada PLN yang sifatnya negatif dan menyudutkan Penjual Listrik.
Sebagai Panrita Listrik (tetapi bukan orang PLN), mungkin bisa meramalkan apa yang akan terjadi pada Lampu anda (padam atau tetap menyala) dengan melihat Jaringan PLN, terutama yang 3 kawatnya (biasanya ditarik di pinggir jalan, sepanjang jalan). Ramalan ini bisa dipastikan dengan melihat “go green” yang dilakukan. Penanaman pohon di bawah Jaringan Listrik yang sudah ada adalah sumber malapetaka “saat ini” (padam lampu dan  atau bahaya makhluk hidup). Kecepatan pertumbuhan pohon di bawah Jaringan Listrik (istilahnya Jaringan Tegangan Menengah atau JTM) sangat mempengaruhi ramalan kapan lampu akan padam. Menurut aturan yang dibuat oleh Penjual Listrik, jarak daun pohon dengan JTM minimal 2,5 meter. Jarak inipun tidak menjamin aman kalau terjadi dahan patah dan mengenai JTM. Kelihatannya di Singaraja (Bali), pohon di pinggir jalan ditanam bersebelahan dengan JTM. Dengan demikian “mappakkudaraI LinoE” tidak saling mengganggu dengan kebutuhan kita “saat ini” yaitu Lampu menyala terus. Sebaliknya di beberapa tempat di Sulsel ini kita juga menyaksikan bagaimana orang menanam pohon persis di bawah kawat JTM. Pada saatnya nanti akan terjadi “pertengakaran” antara petugas PLN dan petugas Pertamanan (?). Pertengakaran seperti ini sudah sering kali terjadi. Kejadian seperti ini (pertengakaran) bahkan sering lucu, seperti yang terjadi di Kendari beberapa waktu yang lalu. Sampah dahan/daun pohon akibat pemangkasan oleh Petugas yang disuruh PLN, diambil lagi oleh Petugas PEMDA (Kebersihan, pertamanan?)  kemudian dibawa ke halaman kantor Pemangkas pohon ini, padahal sampah itu sudah tiba di TPA. Itu sesuai berita Koran di Kendari.
Ramalan Panrita Listrik terhadap Bahaya Makhluk Hidup
Semua orang tahu dan sudah sering terjadi, orang yang terkena listrik/strom biasanya akan meninggal. Kemungkinan meninggalnya seseorang karena listrik juga dipengaruhi oleh besarnya tegangan listrik yang disentuhnya. Untuk menghayati hal ini, perlu dijelaskan bahwa tegangan yang masuk ke rumah untuk penerangan adalah sekitar 220 Volt, sedang tegangan yang ada pada JTM adalah 20.000 Volt antar kawat dan 11.560 Volt terhadap tanah. Jadi jika strom yang dipakai di rumah bisa mengakhiri hidup jika disentuh, maka strom di JTM itu 52,5 kali lebih dahsyat dari strom di rumah. Tersentuh ….., berarti “game-over”.
Pohon adalah merupakan penghantar listrik. Jika kawat JTM mengenai pohon, maka akan mengalir arus listrik melewati pohon dan terus ke tanah. Jika anda berada disekitar pohon itu, maka arus listrik akan ikut melewati badan anda terus ke tanah. Akibatnya badan akan terkena strom dan  karena tegangannya sangat tinggi, akibat yang ditimbulkannya juga luar biasa, terbakar hangus.
Dengan penjelasan di atas, tahulah kita kenapa pasukan Panrita Listrik selalu meminta kepada yang punya pohon untuk memangkas pohon yang mendekati JTM sebelum pohon itu mengenai JTM.
Usul Kompromi
Siapapun kita, pasti sepakat tidak akan menghancurkan bumi kita dengan pemanasan, oleh karenanya siapapun kita pasti setuju dan harus aktif melakukan penanaman pohon untuk “pakkudaraI LinoE”.
Sebaliknya siapapun kita, tidak suka kalau Listriknya selalu padam terus atau ada yang meninggal karena strom, oleh karenanya (mungkin) bisa juga kita sepakati untuk mencegah terjadinya pemadaman atau “pembunuhan makhluk hidup” karena pohon.
Secara sepintas seakan-akan kedua kalimat di atas bertentangan, tetapi sebenarnya bisa dikompromikan seperti yang yang terlihat di Bali.
Oleh karena itu demi kepentingan bersama, kami usulkan kepada:
1. PLN untuk tidak membangun JTM di pinggir jalan yang sudah ada pohonnya.
2. PEMDA dan Masyarakat untuk tidak menanam pohon dibawah JTM yang sudah ada.
3. Masyarakat untuk tidak memangkas pohonnya sendiri yang mendekati JTM. Laporkan segera ke Penjual Listrik jika ada pohon anda yang mendekati JTM.
4. Untuk pengaturan ini sebaiknya Regulasinya keluar dari Provinsi/Gubernur.
5. Sebelum Regulasi terbit dari Provinsi, pihak Kabupaten/Kodya sudah bisa melaksanakannya terlebih dahulu. Menurut kami hal ini sangat mendesak.
Demikian Opini kami kali ini semoga bermanfaat adanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar