Power

Power
Tujuan pembuatan blog "Gogeneration" ini adalah sebagai sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan anak bangsa, dengan mengumpulkan tutorial dan artikel yang terserak di dunia maya maupun di literature-literature yang ada. Semoga dengan hadirnya blog "Gogeneration" ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. dan saya ingin sharing tentang power plant dan substation khususnya di electrical, mechanical , automation, scada. walaupun sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti dunia itu tapi masih banyak hal yang harus dipelajari. dengan blog ini saya berharap bisa saling sharing, Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan

usn.wnd@gmail.com

Selasa, 05 April 2011

Maintenance untuk Sub Station



Maintenance untuk Sub Station
Agar Sub Station bisa beroperasi sesuai dengan fungsi dan bisa memenuhi target-target yang telah ditentukan maka peralatan yang ada di Sub Station harus di maintenance atau di pelihara. Maintenance yang dilakukan harus mempertimbangkan segi keamanan, keandalan, ketersediaan dan tentu saja biaya maintenance itu sendiri. System Maitenance yang biasanya dilakukan di Sub Station kami adalah:
- Breakdown maintenance
- Preventive maintenance

Sebenarnya masih ada beberapa system yang umum dilakukan untuk memaintenance sub station, seperti misalnya:
- Condition based monitoring
- Reliability centered maintenance

Breakdown Maintenance
System breakdown maintenance adalah suatu system dimana maintenance baru dilakukan setelah peralatan itu rusak (breakdown) atau tidak bisa beroperasi dengan baik. Seperti namanya: “Breakdown”. System ini akan effective jika dilakukan pada peralatan yang kecil, murah dan peralatan yang tidak mempenagruhi beroperasinya sub station itu sendiri. Contoh yang sangat sederhana adalah pemeliharan dari lampu-lampu penerangan baik penerangan umum atau dalam panel. Tetapi system ini sangat tidak baik jika dilakukan pada peralatan yang mahal atau peralatan yang bisa mempengaruhi operasional sub station. Karena bisa saja biaya untuk melakukan pemeliharan atupun penggantian dari peralatan tersebut akan sangat jauh lebih murah dibandingkan dengan jika sub station itu sampai mengalami gangguan atau tidak bisa mengirimkan power. Oleh sebab itu maka pemeliharaan atau pengidentifikasian suatu gejala atau kerusakan harus dilakukan sebelum peralatan tersebut mengalami kerusakan total.

Preventive Maintenance
Preventive Maintenance adalah suatu maintenance yang pada umumnya berdasarkan jangka waktu tertentu. Jangka waktu atau interval ditentukan berdasarkan product manual dan pengalaman dari maintenance team tersebut. Kelebihan dari jenis maintenance ini adalah kita lebih mudah dalam menentukan schedule maintenance dari perlatan-peralatan tersebut, karena interval waktunya sudah ditentukan (fixed). Tapi kelemahannya adalah karena berdasarkan waktu maka spare parts atau bagian dari peralatan akan diganti walaupun kondisinya masih laik pakai. Demikian juga sebaliknya, walaupun sudah ada tanda-tanda bahwa spare part atau peralatannya mulai rusak tetapi belum di lakukan maintenance karena belum waktunya untuk melakukan maintenance. Sehingga kemungkinan untuk terjadinya breakdown makin besar.

Condition Based Monitoring
Di tempat kami sudah mulai menerapkan atau mengadopsi dari System Maintenance Condition Based Monitoring. Dalam system ini, maintenance dilakukan berdasarkan kondisi dari peralatan. Untuk mengetahui kondisi dari suatu peralatan maka perlu dilakukan test atau monitoring. Test atau monitoring ini ada yang bisa atau harus dilakukan pada saat energize (on-line test / monitoring) misalnya untuk melakukan pengukuran dari arrester leak current, atau untuk melakukan corona imager. Namun ada pula test yang harus dilakukan pada saat unit lagi shutdown misalnya pengukuran dari cable insulation (megger test).

Reliability Centered Maintenance (RCM)
System maintenance Reliability Centered Maintenance (RCM) mulai di kenalkan pada pertengahan decade 1970-an. RCM ini awalnya diterapkan oleh perusahaan penerbangan dalam system pemeliharaan pesawat mereka dan sekarang sudah berkembang pesat dan sudah di terapkan pada bidang industri yang lain misalnya perusahaan oil and gas, mining, power plant dan industri lainya.
Pada system ini sudah mempertimbangkan aspek-aspek sepert: Reliability, availability, downtime yang memperngaruhi penurunan prodduksi dan memanikkan production cost, customer service, quality standard dan juga aspek safety dan environment.
Perusahan kami belum menerapkan system RCM ini.

Pada 2 (dua) system maintenance Condition Based Monitoring dan Reliability Centered Maintenance di perlukan investasi yang cukup besar karena di butuhkan alat-alat yang cukup canggih untuk dapat memonitor kondisi dari suatu peralatan dan juga di butuhkan tenaga yang cukup terlatih yang mampu menganalisa dan menyimpulkan dari hasil test dan data-data monitoring tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar