Power

Power
Tujuan pembuatan blog "Gogeneration" ini adalah sebagai sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan anak bangsa, dengan mengumpulkan tutorial dan artikel yang terserak di dunia maya maupun di literature-literature yang ada. Semoga dengan hadirnya blog "Gogeneration" ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. dan saya ingin sharing tentang power plant dan substation khususnya di electrical, mechanical , automation, scada. walaupun sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti dunia itu tapi masih banyak hal yang harus dipelajari. dengan blog ini saya berharap bisa saling sharing, Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan

usn.wnd@gmail.com

Selasa, 05 April 2011

Circuit Configuration pada Sub Station



Circuit Configuration pada Sub Station
Seperti di sampaikan pada posting sebelumnya bahwa Sub Station adalah suatu tempat atau instalasi yang berfungsi untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik dari suatu pusat pembangkit listrik ke grid atau jaringan.
Pada Sub Satation terdapat peralatan-peralatan listrik yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola atau konfigurasi tertentu. Beberapa pola yang umum dipakai adalah:
1. Single Busbar
2. Double Busbar
2.1. Double Busbar Standard
2.2. Double Busbar dengan 1½ Breakers
2.3. Double Busbar dengan 2 Breakers
3. Ring Busbar

1. Single Busbar
Konfigurasi dari single Busbar merupakan konfigurasi yang sangat simple karena peralatan yang dipakai hanya sedikit. Konfigurasi single Busbar ini sangat cocok untuk sub station kecil dimana tidak memerlukan switching yang terlalu sering dan pada sub station ini tidak terlalu banyak terdapat jaringan keluar baik overhead line maupun jaringan ke beban. Dan tentu saja karena perlatannya sedikit maka dari segi ekonomi juga akan lebih murah jika dibandingkan konfigurasi yang lain. Dari segi segi kehandalan konfigurasi ini sangat terbatas, karena jika terjadi gangguan pada salah satu Busbar dan memerlukan pemadaman untuk perbaikan maka semua beban yang ditanggung oleh Busbar tersebut akan mengalami pemadaman juga. Untuk memberikan kehandalan yang lebih baik maka beban dan pembangkit diletakkan secara berimbang antara Busbar yang satu dengan Busbar yang lain sehingga jika salah satu Busbar padam maka beban dan pembangkin pada Busbar yang lainnya masih bisa dipakai atau beroperasi.
2. Double Busbar
Seperti namanya konfigurasi ini memakai dua Busbar. Masing-masing Busbar akan dihubungkan melalui circuit breaker dan disconnecting switch. Sehingga disini akan dibutuhkan lebih banyak peralatan listrik juga perlatan yang lainnya seperti perlatan control, konstruksi dan tentukan dengan lahan tanah yang dibutuhkan. Namun dari segi kehandalan maka system ini akan sangat handal karena jika salah satu peralatan mengalami gangguan maka perlatan tersebut akan diisolasi sehingga tidak mengganggu perlatan yang lain dan penyaluran tenaga listrik akan dapat dilakukan secara utuh.
Pada konfigurasi Double Busbar ini ada beberapa konfigurasi yang umum dipakai yaitu:

2.1. Double Busbar – Standard
Pada konfigurasi ini untuk menghubungkan jaringan atau beban ke Busbar 1 dan Busbar 2 hanya menggunakan 1 buah breaker dan 2 buah disconnecting switch. Detail dari konfigurasi ini bisa dilihat pada gambar. Dengan konfigurasi ini jika salah satu Busbar mengalami gangguan dan diisolasi maka Busbar yang lain masih bisa beroperasi. Konfigurasi ini memiliki kehandalan yang lebih baik dari konfigurasi single Busbar tetapi masih mempunyai keterbatasn dalam fleksibiltas switching, misalnya karena hanya memiliki satu buah breaker maka untuk memindahkan beban dari Busbar 1 ke Busbar 2 maka breaker-nya harus di “open” dahulu kemudian disconnecting switch yang menghubungkan ke Busbar 1 (Busbar yang akan ditinggalkan) di “open”, baru setelah itu disconnecting switch yang menghubungkan ke Busbar 2 (yang akan di tuju) di “close” dan selanjutnya diikuti dengan “close” breaker.

2.2. Double Busbar – 1½ Breaker
Konfigurasi 1½ Breaker menggunakan 3 buah breaker untuk menghubungkan Busbar 1 ke Busbar 2. Konfigurasinya seperti dalam gambar. Untuk mengetahui kelebihan dari konfigurasi ini bisa dilihat pada posting sebelumnya disini
2.3. Double Busbar – 2 Breaker
Konfigurasi ini untuk menghubungkan jaringan atau beben atau pusat pembangkit menggunakan 2 buah breaker. Dengan konfigurasi akan memberikan kehandalan yang lebih baik jika dibandingkan dengan konfigurasi Standard. Untuk melakukan switching konfigurasi ini lebih fleksible, misalnya untuk memindahkan beban dari Busbar 1 ke Busbar 2 maka tidak memerlukan pemadaman karena dengan adanya 2 buah breaker maka breaker Busbar 2 “close” terlebih dahulu baru kemudian breaker Busbar 1 “open”. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada Double Busbar – Standard.
3. Ring Busbar
Pada konfigurasi ini, masing-masing percabangan hanya menggunakan 1 breaker dan masing-masing breaker dapat di “open” atau di isolasi tanpa mengganggu penyaluran tenaga listrik. Tetapi secara keseluruhan konfigurasi ini tidak memiliki fleksibilitas seperti pada konfigurasi Double Busbar dan jarang dipakai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar